Nani Abdulgani Jabat Ketua Baznas Kota Serang Periode 2022-2026

Nani Abdulgani Jabat Ketua Baznas Kota Serang Periode 2022-2026

Nani Abdulgani Jabat Ketua Baznas Kota Serang Periode 2022-2026

Bertempat di Aula Setda Pemkot Serang, Walikota Serang H.Syafrudin melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Serang priode 2022-2026. Turut hadir Wakil Walikota Serang H.Subadri Ushuluddin, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto dan Asda I Setda Kota Serang Subagyo. (07/01) 

 

Adapun pengurus Baznas Kota Serang Priode 2022-2026 yakni, Ketua Nani Abdulgani, Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan Loade Asraruddin Taupiq, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Mahyudi, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Muhyidin dan Wakil Ketua IV Bidang Administrasi SDM dan Umum Syair Asiman 

 

Walikota Serang Syafrudin mengatakan bahwa, pelantikan ini hasil seleksi tahun 2021 pada bulan Agustus lalu dan sampai keluar Surat Keputusan (SK) dari Baznas Pusat pada tanggal 31 Desember 2021. 

 

"Yang lima orang ini ditetapkan oleh Baznas Pusat kemudian dilanjutkan SK Wali Kota. Disamping penetapan pimpinan dan juga penetapan hasil SK dari pusat," kata Syafrudin

 

Dengan harapan, setelah dilantiknya pengurus baru Baznas Kota Serang bisa maksimalkan amil zakat di Kota Serang. "Apa yang disampaikan oleh Baznas lama bahwa di Kota Serang ini baru mencapai Rp 2,3 miliar pertahun. Mudah-mudahan harapan kami dari Rp 2,3 miliar bisa meningkat 5 kali lipat," jelasnya. 

 

Karena, lanjut Walikota Serang, potensinya besar dan ada baik dari ASN maupun non ASN, serta para pengusaha dan masyarakat Kota Serang.  

"Jadi potensinya ada tapi tidak tersentuh, oleh karena itu diharapkan inovasi dari ketua Baznas yang baru. Sehingga, setiap tahun ada peningkatan, dan kalau tidak ada peningkatan, kami akan melakukan evaluasi dalam waktu setahun," tambahnya. 

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua baru Baznas Kota Serang Nani Abdulgani, pihaknya optimis bisa memenuhi keinginan Walikota Serang. 

 

Bahkan, pihaknya akan memanfaatkan semua potensi yang ada akan dimaksimalkan. Karena, dia melihat dari pengelolaan sebelumnya itu hanya mengandalkan dari ASN dan non ASN saja. 

 

"Yang sudah-sudah itu baru hanya ASN dan non ASN, jadi masih banyak yang belum tersentuh seperti dari sektor pertanian, perkebunan dan aspek-aspek lainnya," katanya. 

 

Oleh karena itu, tugas Baznas adalah bagaimana mengoptimalkan, khususnya dalam pengumpulan zakat dengan mengerahkan tenaga dan pikiran. 

 

"Khususnya sekarang ini, kita mencoba merencanakan terlebih dahulu kemudian baru kita akan menargetkan berapa. Jadi kalau tadi pak Wali Rp 10 miliar, dengan mengandalkan potensi zakat yang belum tersentuh," katanya.