Wisata Kearifan Lokal

1. MASJID ATS-TSAUROH

 

sumber : www.santidewi.com


Masjid Agung Ats-Tsaurah Kota Serang terletak di Jalan Veteran No 43 Kota Serang yang merupakan masjid pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat pemerintahan Kota Serang. Masjid Agung Ats-Tsaurah dengan luas 26.510 m2. Pada awalnya masjid dibangun tanpa menara, dan telah mengalami beberapa kali renovasi pada tahun 1930 oleh Bapak Tb. Nurdin yang  menata masjid menjadi seperti Masjid Kesultanan Banten tetapi tanpa menara. Kemudian pada tahun 1956 Bapak Ayif Usman, KH. Sochari, dll, menyempurnakan bangunan masjid dengan mendirikan menara. Humas DKM Masjid Agung Ats-Tsaurah Muhamad Ali Sakti menjelaskan bahwa pada tahun 1968 masa Bupati Letkol H Suwandi, masjid ini resmi diberi nama Masjid Agung Ats- Tsauroh yang berarti “Masjid Perjuangan”. Selanjutnya pada tahun 1993 pada masa kepemimpinan Bupati Serang H.Sampurna, beliau memprakarsai untuk merenovasi kembali bangunan masjid, dan pada tahun 1997 beliau meresmikan Masjid Agung Ats-Tsaurah sebagai Masjid Agung di Kabupaten Serang.

 

2. MASJID AGUNG BANTEN


sumber : www.mediatravelling.com

 

Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), yakni Sultan pertama dari Kesultanan Banten. Ia adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati. Masjid Agung Banten ini terletak di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara dari Kota Serang.Ribuan peziarah memadati kompleks pemakaman Sultan Maulana Hasanuddin di Kawasan Masjid Agung Banten. Peziarah akan melonjak apabila ada nya empat momen bulan Hijriyah yang biasanya jadi waktu para peziarah berdatangan ke kompleks makam, yaitu Bulan Ruwah atau Sya'ban pada peringatan Nisfu Sya'ban, Rabiul Awwal pada peringatan Maulid Nabi Muhammad, Syawal, dan Muharram.

 

3. KERATON SUROSOWAN

 

 

sumber : travel.okezone.com

 
Keraton Surosowan adalah sebuah keraton di Banten. Keraton ini dibangun sekitar 1526-1570 pada masa pemerintahan Sultan pertama Banten, Sultan Maulana Hasanudin dan konon juga melibatkan ahli bangunan asal Belanda, yaitu Hendrik Lucasz Cardeel, seorang arsitek berkebangsaan Belanda yang memeluk Agama Islam yang bergelar Pangeran Wiraguna. Dindin pembantas setinggi 2 meter mengitari area keraton sekitar kurang lebih 3 hektare bangunan didalam dinding keraton tak ada lagi yang utuh. Hanya menyisakan runtuhan dinding dan pondasi kamar-kamar berdenah persegi empat yang jumlahnya puluhan.

Keraton Surosowan ini memiliki 3 gerbang masuk. pada bagian tengah keraton terdapat sebuah bangunan  kolam yang berisi air berwarna hijau, yang dipenuhi oleh ganggang dan lumut. Dikeraton ini juga banyak ruang didalam Kerton yang berhubungan dengan air atau mandi-mandi (Petirtaan). Salah satu yang terkenal adalah bekas kolam taman, bernama Bale Kembang Rara Denok. Adapula pancuran untuk pemandian yang biasa disebut "Pancuran Mas". Kolam Rara Denok berbentuk persegi empat dengan panjang 30 meter dan lebar 13 meter serta kedalaman kolam 4,5 meter. Ada 2 sumber air di Surosowan yaitu Sumuir dan Danau Tasikardi yang terletak sekitar 2 km dari Surosowan.

 4. KERATON KAIBON 

 

sumber : www.indonesiakaya.com


Ditinjau dari namanya (Kaibon=Keibuan), Keraton ini dibangun untuk ibu Sultan Syafiudin, Ratu Aisyah. Mengingat pada waktu itu, sebagai Sultan ke 21 dari kerajaan Banten, Sultan Syafiudin masih sangat muda (masih berumur 5 Tahun) untuk memengang tampuk pemerintahan. Keraton Kaibon ini dihancurkan oleh pemerintah belanda pada tahun 1832, bersamaan dengan Keraton Surosowan. Asalmuasal penghancuran Keraton, adalah ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daen Dels meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di labuhan). Namaun Syafiudin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkanya kembali kepada Daen Dels yang kemudian marah besar dan menghancurkan Keraton Kaibon.

Arsitektur Keraton Kaibon ini memang sungguh unik karena sekeliling keraton sesungguhnya adalah saluran air. artinya bahwa keraton ini benar-benar dibangun seolah-olah diatas air. semua jalan masuk dari depan maupun belakang ternyata memang benar-benar harus melalui jalan air. dan meskipun keraton ini memang di desain sebagai tempat tinggal Ibu Raja, tampak bahwa ciri-ciiri bangunan keislamannya tetap ada, Karena ternyata bangunan inti keraton ini adalah sebuah masjid dengan pilar-pilar tinggi sangat megah dan anggun.Dan kalau mau ditarik dan ditelusuri jalur air ini menghubungkan laut, sehingga dapat dibayangkan betapa indahnya tata alur jalan menuju Keraton ini pada waktu itu.

5. CAGAR ALAM PULAU DUA

 

sumber : wisataa.com

Cagar alam pulau dua sangat dikenal dengan sebutan pulau burung karena terletak di daerah Serang tepatnya di Kecamatan Kasemen Desa Sawah luhur yang berada di lepas pantai utara Banten.  dan Merupakan kawasan cagar alam yang banyak dihuni oleh satwa burung terutama burung Bangau. Kawasan cagar alam Pulau dua merupakan tempat persinggahan berbagai jenis satwa burung dari Asia, Afrika dan Australia untuk bertelur dan menetas kemudian berkoloni lagi ke daerah lain. Pulau ini bukanlah dataran terpisah yang di kelilingi air laut melainkan tetap menyatu dengan pulau Jawa. Awalnya pulau ini terbentuk dari gundukan tanah yang berupa pulau dan merupakan ekosistem yang penting bagi makhluk hidup. Kawasan cagar alam Pulau dua memiliki ekosistem tumbuhan tropis dengan pesisir yang didominasi oleh vegetasi Mangrove serta tumbuhan-tumbuhan lainya seperti pohon Dadap, Pohon Ketapang, Pohon Kepuh, dan Pohon Cangkring, serta berbagai burung lokal dan migran. Burung yang terdampar di Pulau Dua terdiri dari burung Cangkang Abu, Kuntul Putih besar, Kuntul perak, dan Koak Merah. Satwa lain yang mungkin dapat dilihat adalah kucing Hitam, Biawak, Ular Piton, dll.

 

6. TAMAN MBS(MAHONI BANGUN SENTOSA)

 

sumber : info serang

Kota Serang mempunyai tempat wisata baru yang diberi nama taman Mahoni Bangun Sentosa (MBS) Taman wisata MBS didesain dengan bangunan bergaya Eropa. tempat wisata dengan bangunan ala Eropa dan tradisional itu tidak kalah bagusnya dengan yang ada di kota lainnya, seperti Bogor dan Bandung. Tempat ini juga menjadi salah satu tempat  favorit bagi pencinta selfie. Selain digunakan untuk ber foto, wisatawan juga bisa sekadar duduk-duduk santai berbincang dengan keluarga dan kerabat di gazebo bambu atau rumah jerami yang sudah disiapkan.Taman MBS ini juga menyediakan tempat penginapan yang bertemakan rumah tradisional daerah-daerah yang ada di Indonesia, seperti rumah Papua, rumah Baduy, rumah Lumbung, dan yang lainnya. Bagi pengunjung yang akan menginap dan membawa anak ke tempat tersebut tidak perlu khawatir bosan, Pihak pengelola sudah menyiapkan taman untuk anak-anak. Taman yang dimaksud seperti tempat outbound anak, kolam renang anak, dan mobil wara-wiri yang disiapkan untuk mengelilingi taman MBS. Taman wisata MBS berlokasi di Link Cideheng Kidul, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug berjarak kurang lebih 11KM dengan waktu tempu 30 Menit dari Kota Serang.