Di Bawah Kepemimpinan Budi Rustandi, Investasi Kota Serang Tembus Rp840 Miliar pada Semester I 2026, Serap 1.453 Tenaga Kerja
SERANGKOTA.GO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan pada semester pertama 2026.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Serang Budi Rustandi, realisasi investasi mencapai Rp840 miliar, melampaui target Rp650 miliar yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Capaian tersebut setara 129,23 persen dari target dan sekaligus menempatkan Kota Serang sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Banten pada semester pertama 2026.
Investasi yang masuk juga berdampak terhadap penyerapan 1.453 tenaga kerja.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang Tb Arief Teguh Prihadi mengatakan capaian tersebut menunjukkan kinerja investasi Kota Serang terus mengalami perkembangan positif.
“Pada semester pertama 2026, Kota Serang menunjukkan kinerja investasi yang sangat baik dengan capaian yang telah melampaui target tahunan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Banten,” kata Teguh.
Menurut Teguh, target investasi yang ditetapkan sebesar Rp650 miliar berhasil dilampaui dengan realisasi Rp840 miliar.
“Dari target investasi semester pertama Rp650 miliar, terealisasi Rp840 miliar atau surplus 129,23 persen,” ujar Teguh saat ditemui di Kantor DPMPTSP Kota Serang, Jalan Mayor Safei No. 3, Kotabaru, Kecamatan Serang.
Capaian tersebut melanjutkan tren positif investasi Kota Serang dalam empat tahun terakhir. Pada 2022, realisasi investasi tercatat Rp313 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp348 miliar pada 2023.
Nilainya kembali naik menjadi Rp453 miliar pada 2024 dan melonjak hingga Rp810 miliar sepanjang 2025. Pada semester pertama 2026, realisasi kembali meningkat menjadi Rp840 miliar.
Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp820 miliar atau 97,62 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp20 miliar atau sekitar 2,38 persen.
Teguh mengatakan investasi tersebut berasal dari berbagai sektor usaha, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), properti, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Realisasi investasi ini kebanyakan berasal dari pelaku UMKM, properti, BUMN dan BUMD,” katanya.
Ia menjelaskan, data realisasi investasi dihimpun dari laporan kegiatan penanaman modal yang disampaikan pelaku usaha melalui aplikasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
“Dasar realisasi investasi di Kota Serang itu dari para pelaku usaha yang melaporkan kegiatannya melalui aplikasi LKPM. Kami rutin melakukan pembinaan kepada pelaku usaha untuk melaporkan LKPM-nya,” jelas Teguh.
Namun, DPMPTSP masih menemukan pelaku usaha yang belum disiplin menyampaikan LKPM melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA).
Teguh mengatakan sebagian pelaku usaha masih menganggap pelaporan LKPM berkaitan langsung dengan kewajiban perpajakan. Padahal, sistem tersebut telah terintegrasi dengan berbagai layanan pemerintah.
“Karena semuanya sudah by system, apalagi dengan OSS-RBA. Semuanya terintegrasi, jadi mau tidak mau, suka tidak suka, para pelaku usaha harus melaporkan melalui LKPM,” ungkapnya.
Teguh menambahkan, LKPM merupakan bagian dari OSS-RBA dan telah terhubung dengan sejumlah sistem lainnya.
“LKPM ini bagian dari OSS-RBA dan aplikasi lain seperti pajak, Kementerian Hukum dan lainnya itu nge-link,” katanya.
Pertumbuhan investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada semester pertama 2026, sebanyak 1.453 orang terserap melalui investasi yang masuk ke Kota Serang.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.142 tenaga kerja lokal dan 311 tenaga kerja asing.
“Alhamdulillah, realisasi investasi semester pertama ini berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja,” ujar Teguh.
“Total 1.453 orang terserap untuk bekerja di semester pertama ini,” pungkasnya.
Budi Rustandi Dorong Iklim Investasi Kota Serang
Capaian tersebut sejalan dengan dorongan Wali Kota Serang Budi Rustandi agar Kota Serang menjadi daerah yang terbuka dan kondusif bagi investasi.
Budi menilai investasi tidak hanya berkaitan dengan nilai penanaman modal, tetapi juga harus memberikan dampak terhadap perekonomian dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
“OPD selalu saya tekankan, termasuk kepada pengambil kebijakan, bahwa kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat agar Kota Serang menjadi kota yang memiliki toleransi tinggi, terbuka, damai, dan kondusif,” ujar Budi.
Menurut Budi, penciptaan iklim investasi yang baik membutuhkan dukungan masyarakat. Kondisi Kota Serang yang aman dan kondusif diharapkan dapat mendorong semakin banyak investasi masuk.
“Makanya perlu dukungan dari semua masyarakat agar membantu pemerintahannya. Ketika banyak investasi, insya Allah banyak lapangan pekerjaan,” katanya, Jumat 14 Agustus 2026.
Ia mengaitkan peningkatan investasi dengan visi-misi Budi-Agis untuk mewujudkan Kota Serang yang maju, bahagia, dan sejahtera.
“Karena kunci menuju visi-misi Budi-Agis ini menuju kota yang maju, bahagia, sejahtera warganya, tentunya lapangan pekerjaan terbuka banyak agar banyak warga kita yang bekerja,” tuturnya.
Budi menilai pekerjaan dan penghasilan menjadi salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau sudah bekerja pasti punya uang, kalau sudah punya uang hatinya juga bahagia,” ujarnya.
Untuk semester kedua 2026, Budi memastikan pemerintah daerah tetap memiliki target investasi. Namun, capaian tersebut akan dievaluasi melalui rapat per semester.
“Tentunya ada target. Nanti setelah kita rapat per semester, kita evaluasi,” kata Budi.
