Logo loader

Dinkes Kota Serang Catat 419 Ribu Warga Jalani Cek Kesehatan Gratis

SERANGKOTA.GO.ID, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat capaian positif dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Hingga Kamis, 1 Oktober 2026, tercatat sebanyak 419.000 jiwa di Kota Serang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Angka tersebut setara dengan sekitar 56 persen dari cakupan sasaran.

Capaian itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Serang, dr. Ahmad Hasanuddin, saat pelaksanaan CKG secara massal di GOR Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.

Menurut dr. Hasan, capaian tersebut telah melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 46 persen.

"Targetnya malah 46 persen. Jadi, kalau ditanyakan mencapai target enggak? Sudah melampaui target. Bahkan keinginan saya target sudah tercapai, bulan depan pengennya malah 60 persen," ujar dr. Hasan.

Untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan, Dinkes Kota Serang menerapkan strategi jemput bola. Pelaksanaan CKG tidak hanya dilakukan melalui kegiatan massal, tetapi juga menyasar berbagai lokasi, termasuk sekolah.

"Kami mempunyai 16 Puskesmas. Bahkan yang melakukan sekarang ini bukan hanya Puskesmas se-Kota Serang saja, tapi kami libatkan juga rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kota Serang," katanya.

Dalam kegiatan di GOR Maulana Yusuf, sebanyak 16 Puskesmas dan sejumlah rumah sakit di Kota Serang turut memberikan pelayanan kepada masyarakat. Beberapa rumah sakit yang ikut terlibat di antaranya Rumah Sakit Fatimah dan Rumah Sakit Andalusia.

Dinkes Kota Serang menargetkan sekitar 1.000 warga mengikuti pemeriksaan dalam kegiatan tersebut.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga pemeriksaan lainnya untuk mendeteksi berbagai penyakit sejak dini.

Menurut dr. Hasan, pemeriksaan tersebut penting karena sejumlah penyakit tidak menular kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

"Jadi akan ketahuan apakah yang diperiksa itu mempunyai darah tinggi apa tidak, apakah gula darahnya tinggi atau tidak. Kalau ketahuan secara dini, maka bisa diantisipasi penyakit-penyakit yang akan timbul nanti yang akan memperberat kondisi pasien," jelasnya.

Jika dalam pemeriksaan ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Dinkes akan memberikan obat dan mengarahkan pasien untuk mendapatkan pelayanan di Puskesmas sesuai wilayah domisilinya.

"Kalau ditemukan gulanya tinggi maka dikasih obat. Selanjutnya silakan datang ke Puskesmas terdekat dengan wilayahnya. Jangan sampai tinggal di Walantaka datangnya ke Curug yang jauh," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, hipertensi dan diabetes menjadi sejumlah penyakit yang banyak ditemukan pada masyarakat.

dr. Hasan mengingatkan, hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk stroke. Sementara kadar gula darah tinggi yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan ginjal.

Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Kota Serang juga menyiapkan delapan unit alat rontgen. Sebanyak tujuh alat ditempatkan di dalam GOR dan satu unit berada di luar untuk mendukung pemeriksaan masyarakat, termasuk skrining tuberkulosis (TBC).

Selain itu, pemeriksaan kesehatan gigi bagi anak-anak juga dilakukan. Langkah tersebut bertujuan mendeteksi masalah gigi sejak dini, termasuk karies yang dapat berdampak pada nafsu makan dan tumbuh kembang anak.

dr. Hasan mengajak masyarakat memanfaatkan program CKG sebagai kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

"Maka saya harapkan ini adalah momen yang sangat bagus yang tidak boleh ditinggalkan. Silakan datang periksakan cek kesehatan ini secara gratis," pungkasnya.

Copyright © Serang Smart Service 2025 - 2030. All rights reserved.