Luhut Inginkan Kapolri dan Jajarannya Tetap Melakukan Penyakatan Terhadap Mobilitas

Luhut Inginkan Kapolri dan Jajarannya Tetap Melakukan Penyakatan Terhadap Mobilitas

Luhut Inginkan Kapolri dan Jajarannya Tetap Melakukan Penyakatan Terhadap Mobilitas

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar Rapat Koordinasi pembatasan mobilitas selama PPKM darurat di Jawa dan Bali yang dilaksanakan melalui Video Conference. 

Rapat tentang Pembatasan Mobilitas Selama PPKM Darurat di Jawa-Bali yang diselenggarakan oleh Kemenko Maritim dan Investasi,pada video conference yang diikuti oleh Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dan para Forkopimda dari tiap daerah se-pulau Jawa-Bali.

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan melalui Video Conference, sejak PPKM darurat dilakukan telah terjadi penurunan mobilitas di Jawa-Bali, namun masih diperlukan upaya kerja keras untuk menghasilkan penurunan indeks komposit mobilitas dan aktifitas sesuai target.

Beliau juga menyampaikan TNI/ POLRI akan melakukan pembagian paket sembako dan obat, Pembagian ini akan difokuskan kepada para Pasien Covid-19,yang OTG dan gejala ringan untuk yang tidak mampu. 

Total paket yang akan diberikan adalah 100 ribu paket obat dan 11 ribu ton beras untuk seluruh Jawa-Bali. Kegiatan ini tentunya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengintruksikan agar patroli di malam hari perlu ditingkatkan di wilayah yang lebih kecil, untuk membubarkan masyarakat yang masih berkerumun, memastikan pada sektor esensial untuk tetap mematuhi peraturan, 50% kapasitas pada shift malam, dan pembatasan mobilitas kendaraan antar kota. 

"Saya meminta kepada Kapolri, Kapolda, dan jajarannya untuk tetap melakukan penyekatan terhadap mobilitas,agar masyarakat tak hanya Jalan-jalan ring 1 namun juga ke ring 2, serta melakukan patroli ke wilayah-wilayah pemukiman untuk memastikan kepatuhan prokes"