Banten Raya TV Undang Syafrudin Talkshow

Banten Raya TV Undang Syafrudin Talkshow

Banten Raya TV Undang Syafrudin Talkshow

Banten Raya TV adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial berjaringan asal Banten, Indonesia yang dimiliki oleh Radar Banten. Banten Raya TV memiliki salah satu dari sekian banyak program yaitu Talkshow; Dialog Khusus.

Dan untuk episode hari menghadirkan Narasumber orang nomor satu di Kota Serang yaitu Walikota Serang H.Syafrudin,M.Si dengan mengusung tema Pengelolaan Lahan Sawah Aset Milik Pemerintah Kota Serang". Selain Syafrudin Banten Raya Tv mengundang dua narasumber yang lain yaitu Kepala Dinas Pertanian Edinata Sukarya, dan Zainul Hakam ketua Gerakan Kelompok Tani (Gapoktan) Zainul Hakam. Acara dilakukan di Studio 1 Banten Raya TV (29/1).

Tanah dan lahan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Ketergantungan kita terhadap tanah dan lahan sangat tinggi. Sektor pertanian menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pertanian Kota Serang terus berupaya memaksimalkan pengelolaan lahan aset Pemkot yang dapat memenuhi kebutuhan pangan serta dapat dimanfaatkan pula oleh masyarakat Kota Serang terlebih untuk peningkatan PAD yang dimiliki Kota Serang.

Dalam jalannya acara, pembuka acara menanyakan bagaimana upaya Pemkot Serang dalam menangani area pertanian milik Pemkot Serang. Menanggapi hal tersebut Walikota Serang terlebih dahulu menggambarkan sedikit tentang Kota serang yang baru berusia 13 tahun dan dengan pertumbuhan penduduk yang luar biasa, maka di tahun 2018 akhir kami mencoba merevisi rencana tata ruang yang artinya di sesuaikan dengan kondisi kota setang saat ini. Dalam revisi ini tidak mengurangi wilayah pertanian terutama di wilayah Kasemen dan walantaka. Dan untuk memaksimalkan hasil pertanian perlu adanya kerja sama, dikarenakan Syafrudin merasa para penggarap ada kerjasama dengan masyarakat luar sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Serang sepenuhnya. "Bukan diangkut ke daerah lain kemudian diolah dan masuk lagi ke Kota Serang" Ucapnya.

Walikota Serang berharap para penggarap tidak lagi menggunakan investor dari daerah lain karena akan dibantu permodalannya oleh pemkot Serang.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian mengatakan untuk saat ini aset pertanian seluas 512 hektar yang diantaranya 376 hektar persawahan sisanya permukiman empang dan sarana lainnya dan baru digunakan 40% dan sisanya akan dimaksimalkan pada April 2020 yang akan disewakan mengacu pada Permendagri No 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang dan Aset Milik Daerah.

Menutup acara, ketua Gapoktan Zainul Hakam meminta dukungan penuh dari Pemkot Serang sehingga selain meningkatkan taraf ekonomi dan juga aka berkontribusi meningkatkan PAD dalam sektor pertanian.(fr)