Tiga Tahun Mangkrak, MDT Nurul Iman Padek Akhirnya Dapat Perhatian Pemkot Serang
SERANGKOTA.GO.ID — Nasib memprihatinkan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Iman di Kampung Padek, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Bangunan madrasah yang mangkrak selama tiga tahun itu ditinjau langsung oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi, Kamis 10 September 2026.
Mengenakan kemeja merah, Budi melihat langsung kondisi fisik bangunan yang hingga kini belum dapat digunakan secara layak. Kedatangannya disambut pengurus yayasan dan masyarakat sekitar madrasah.
Puluhan siswa MDT Nurul Iman selama ini terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di rumah-rumah warga maupun majelis taklim akibat keterbatasan ruang kelas.
Dalam kunjungannya, Budi turut memberikan bantuan finansial secara pribadi untuk mendorong kembali pembangunan madrasah yang sempat terhenti.
Budi mengatakan, keberadaan lahan MDT Nurul Iman memiliki nilai sejarah dan sosial yang kuat bagi masyarakat setempat. Tanah tersebut merupakan wakaf yang sejak awal diperuntukkan bagi kepentingan umat, khususnya pendidikan keagamaan.
"Kebetulan kakek dari pengurus yayasan mewakafkan tanah ini untuk kebutuhan umat dengan membangun madrasah," kata Budi.
Menurutnya, lahan tersebut juga pernah dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pendidikan formal masyarakat sekitar.
"Zaman dahulu tempat ini juga sempat ditumpangi untuk kegiatan Sekolah Dasar (SD)," ujarnya.
Melihat kondisi madrasah yang memprihatinkan, Budi memastikan Pemkot Serang akan membantu menyelesaikan persoalan administratif yang berkaitan dengan yayasan agar proses pembangunan dapat kembali berjalan.
Ia juga menyerahkan bantuan dari kantong pribadinya sebagai bentuk kepedulian sekaligus pemantik agar pembangunan MDT Nurul Iman dapat dilanjutkan.
"Kita akan urus administrasinya. Ada juga sedikit sumbangan pribadi dari saya untuk pembangunan, insyaallah mudah-mudahan menjadi amal ibadah bagi kita semua," tegasnya.
Mangkraknya pembangunan madrasah ternyata turut berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan puluhan anak di lingkungan tersebut.
Pengurus Yayasan MDT Nurul Iman, Ustaz Ja'far, mengatakan jumlah siswa mengalami penurunan drastis karena tidak tersedianya ruang belajar yang memadai.
"Dulu murid kami lebih dari seratus orang. Karena tidak ada bangunan dan harus menumpang belajar di rumah warga atau majelis taklim, jumlah murid menyusut menjadi sekitar lima puluh anak," ungkap Ja'far.
Ia mengaku bersyukur atas kedatangan Wali Kota Serang ke madrasah yang selama ini mereka perjuangkan pembangunannya secara mandiri.
Menurut Ja'far, selama tiga tahun terakhir pembangunan terhenti karena yayasan kesulitan mendapatkan biaya. Selama itu pula pihaknya mengandalkan bantuan masyarakat dan para donatur.
"Selama tiga tahun pembangunan terhenti total karena terkendala dana. Kami belum pernah mendapat dana hibah dari Pemkot Serang maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Selama ini kami murni mengandalkan donatur dari jemaah pengajian," paparnya.
Ia berharap perhatian Pemkot Serang dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pembangunan madrasah sekaligus mengembalikan semangat belajar anak-anak di Kampung Padek.
Bantuan yang diterima nantinya akan diprioritaskan untuk pembangunan fasilitas dasar. Tahap awal ditargetkan menyelesaikan tiga ruang kelas utama serta satu ruang kantor guru.
Dengan tersedianya ruang belajar yang layak, pihak yayasan berharap para siswa tidak lagi harus berpindah-pindah tempat saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Kami berharap pembangunan bisa kembali berjalan sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan jumlah siswa yang sempat berkurang dapat kembali bertambah," kata Ja'far.
