Pemkot Beri Solusi Antisipasi Pengendalian Banjir di Kota Serang.

SERANGKOTA.GO.ID,- Fungsional pengelola sumber daya air ahli muda Dinas PUPR Kota Serang Moch Mudrik mengatakan, kejadian hari Senin kemarin ada beberapa titik genangan terjadi di wilayah kota Serang.
Lokasi tersebut, kata mudrik, pertama adalah Jl. Ayip Usman yang terdampaknya di kompleks perumahan bumi agung permai 1.
Kemudian, kedua Lokasi Jl. Ahmad Yani, dan Jl. Raya Serang-petir atau Untirta Gading dan Jl. Jenderal Sudirman dan yang terakhir genangan di link Bukit Mutiara Serang (BMS) akibat luapan sungai ciwaka.
"Normalisasi berkala sudah dilakukan, namun kami butuh support dari semua pihak termasuk kepada kewenangan beberapa instansi/lembaga," kata Mudrik pada saat rapat koordinasi pengendalian banjir di Aula lt. 2 Bappeda Kota Serang.
Ia juga menjelaskan bahwa masih terdapat 5 permasalahan yang masih menghambat proses pekerjaan nya, yaitu :
Pertama Penyempitan badan saluran di sepanjang area aliran sungai/pembuangan di hulu maupun di area hilir, kedua, kesadaran akan kebiasaan membuang sampah di sepanjang aliran sungai dan irigasi masih rendah.
Tiga, alih fungsi irigasi menjadi pembuangan, empat banyaknya bangunan-bangunan permanen yang menghambat/mempersempit penampang saluran, dan terakhir banyaknya bangunan-bangunan permanen yang menghambat ruang gerak pemeliharaan baik manual dan alat berat.
Dari beberapa permasalahan tersebut, lanjut mudrik, Dinas PUPR memiliki beberapa saran yang kiranya dapat ditampung dan diterima oleh semua, diantaranya:
Pertama penanganan titik genangan harus dilaksanakan berkesinambungan.
Kedua ditertibkan nya bangunan-bangunan permanen/non permanen di atas saluran yang menghambat/mempersempit penampang saluran.
Ketiga ditingkatkan kesadaran masyarakat terhadap saluran irigasi pembuangan kali/drainase sebagai aset bersama, empat dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh DPUPR Kota Serang.
"Terakhir saran dari kami adalah keinginan nya dibuatkan kolam retensi/umbung untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai, danau) serta mencegah banjir," ungkapnya.
(HSN/red).