Logo loader

Wamendagri Bima Arya Puji Royal Baroe Kota Serang, Sebut Penataan Kota Oleh Budi Rustandi Sudah On The Track

SERANGKOTA.GO.ID – Langkah Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyusuri pedestrian Royal Baroe bersama Wali Kota Serang Budi Rustandi menjadi perhatian warga, Rabu 20 Mei 2026 sore.

Di tengah suasana kawasan yang mulai ramai dipadati pengunjung, Bima Arya terlihat menikmati perubahan wajah pusat Kota Serang yang kini tampil lebih tertata dan nyaman.

Kunjungan itu dilakukan usai Wamendagri menghadiri agenda di Aula Setda Kota Serang. 

Bersama Budi Rustandi, rombongan kemudian bergerak menuju kawasan Royal Baroe yang kini menjadi salah satu ikon baru ruang publik Kota Serang.

Dalam kunjungannya, Bima Arya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Serang yang dinilai berhasil menata kawasan semrawut menjadi lebih hidup dan memiliki nilai ekonomi.

“Ini langkahnya sistematis ya, sudah benar ini sudah on the track. Kawasan yang kumuh, yang semrawut ditata, PKL-nya direlokasi, kemudian kawasannya menjadi nyaman sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung,” ujar Bima Arya.

Menurutnya, penataan kawasan seperti Royal Baroe bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mengingatkan agar Pemerintah Kota Serang terus melakukan inovasi supaya kawasan tersebut semakin hidup dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Tinggal Pak Wali nanti berinovasi lagi untuk melakukan aktivasi event-event di tempat ini. Ada event lari, ada event kesenian, ada pawai dan lain-lain,” katanya.

Bima Arya juga menyoroti pentingnya pengawasan sistem pajak di kawasan usaha yang mulai berkembang di Royal Baroe.

Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi harus diiringi dengan sistem pendapatan daerah yang efektif agar tidak terjadi kebocoran PAD.

“Jangan sampai nanti sudah ramai, kafe-kafenya banyak, toko-tokonya laku, tapi pendapatannya bocor,” ujarnya.

Di sela kunjungan, suasana terlihat lebih santai ketika Bima Arya dan Budi Rustandi duduk menikmati kopi bersama di salah satu tenant kawasan Royal Baroe.

Wamendagri bahkan sempat berseloroh soal kedai kopi yang dikunjunginya.

“Iya ini kok warung kopinya nanti akan jadi legend nih,” ucapnya sambil tersenyum.

Bima Arya mengaku terkesan dengan kenyamanan kawasan Royal Baroe, terutama pedestrian yang lebar, bersih, dan tertata rapi.

“Kesannya nyaman. Nggak mudah untuk membangun pedestrian yang lebar, tidak boleh parkir di situ, dan kondisinya bersih,” katanya.

Ia bahkan mengaku ingin kembali datang dan menikmati suasana pagi di Kota Serang.

“Nanti saya ingin nginep di Serang mencicipi sensasi lari pagi di kawasan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan Kementerian Dalam Negeri terhadap penataan kawasan Royal Baroe.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Serang untuk terus bekerja dan menghadirkan perubahan bagi masyarakat.

“Saya merasa hasil kerja saya bersama OPD diapresiasi oleh Kemendagri. Ini menyemangati saya untuk bekerja lebih maksimal lagi demi kesejahteraan masyarakat Kota Serang,” kata Budi Rustandi.

Budi mengatakan penataan Royal Baroe belum selesai dan masih akan terus dikembangkan melalui berbagai inovasi baru.

Dalam waktu dekat, Pemkot Serang akan menghadirkan penataan branding toko, pembangunan gerbang kawasan, hingga pengembangan jembatan UMKM di kawasan Kebon Sayur.

“Akan ada branding semua toko di sini, gerbang kawasan, termasuk nanti ada tulisan Chinatown dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut Budi, pembangunan ruang publik baru menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten yang lebih modern dan kompetitif.

Ia berharap pertumbuhan kawasan baru di Kota Serang dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami pemerintah wajib memfasilitasi bagaimana membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya. Karena tidak ada kota yang maju tanpa investasi besar di kotanya,” pungkasnya.

Copyright © Serang Smart Service 2025 - 2030. All rights reserved.