Wali Kota Serang Tinjau Korban Kebakaran di Cipare, Salurkan Bantuan dan Fasilitasi Perawatan Warga Disabilitas
SERANGKOTA.GO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bergerak cepat menindaklanjuti musibah kebakaran yang terjadi di Lingkungan Sempu Banten Girang, RT 01 RW 17, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga terdampak serta menyalurkan bantuan darurat. Respons tersebut dilakukan segera setelah laporan kejadian diterima dari Ketua RT setempat melalui pesan singkat.
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, satu unit rumah yang dihuni empat kepala keluarga (KK) mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap. Rumah tersebut ditempati oleh Agus Humaidi, Holani, Bu Nani, dan Pak Indi.
Di hadapan warga, Budi Rustandi menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan dukungan moral maupun materiil kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
“Begitu menerima laporan, kami langsung meninjau lokasi. Kami membawa bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta, paket sembako, kasur, serta kebutuhan darurat lainnya. Mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban keluarga,” ujar Budi.
Bantuan tersebut disalurkan melalui kolaborasi antara Pemkot Serang, Dinas Sosial, dan Badan Wakaf Al-Qur’an sebagai bentuk sinergi dalam penanganan bencana sosial di tengah masyarakat.
Selain fokus pada pemulihan fisik bangunan, Wali Kota juga memberikan perhatian terhadap aspek sosial keluarga terdampak. Kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas salah satu penghuni rumah, Pak Indi, yang merupakan penyandang disabilitas dan yatim piatu.
Sebagai langkah humanis, Pemkot Serang akan memfasilitasi perawatan dan pembinaan bagi Pak Indi di yayasan yang berada di wilayah Sawah Luhur.
“Kami ingin memastikan beliau mendapatkan pendampingan yang tepat. Insyaallah akan kami fasilitasi agar mendapat perawatan yang lebih baik. Semoga ini juga membuat keluarga merasa lebih tenang,” jelas Budi.
Sementara itu, Agus Humaidi (40), salah satu kepala keluarga terdampak, menuturkan bahwa dirinya mengetahui kejadian tersebut saat sedang bekerja.
“Saya dapat kabar sekitar pukul 12.00 atau 13.00 siang, setelah zuhur. Saat itu saya sedang di luar rumah,” ungkapnya.
Ia mengaku bersyukur atas kepedulian dan respons cepat pemerintah daerah. Namun demikian, Agus berharap ada bantuan lanjutan untuk memperbaiki atap rumah yang rusak agar hunian mereka kembali layak ditempati.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang sudah diberikan. Mudah-mudahan ke depan ada bantuan untuk perbaikan atap rumah supaya kami bisa tinggal dengan aman dan nyaman lagi,” harapnya.
Pemkot Serang memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi para korban serta mengoordinasikan langkah lanjutan guna membantu pemulihan pascakebakaran.
