Wali Kota Serang Fasilitasi Rujukan Perawatan Bayi Pengidap TBC Otak ke Jakarta
SERANGKOTA.GO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memfasilitasi proses rujukan medis seorang bayi penderita tuberkulosis (TBC) otak dan stroke ke rumah sakit di Jakarta.
Seluruh kebutuhan administrasi hingga transportasi ditanggung penuh oleh pemerintah daerah sebagai bentuk jaminan pelayanan kesehatan masyarakat.
Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung kondisi pasien bernama Fatma Nadia Asyifa pada Sabtu, 19 September 2026.
Bayi berusia delapan bulan tersebut merupakan warga Kampung Sadik, Rukun Tetangga (RT) 13 Rukun Warga (RW) 04, Kelurahan Pager Agung, Kecamatan Walantaka.
Budi menyatakan pihaknya telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah terkait untuk segera menyelesaikan dokumen rujukan medis.
Pemkot Serang juga memberikan bantuan finansial guna meringankan biaya hidup keluarga pasien selama masa perawatan lanjutan.
"Kami akan mengurus administrasi untuk rujukan ke rumah sakit di Jakarta. Semuanya diurus oleh Pemkot Serang, termasuk memberikan bantuan untuk pegangan sehari-hari karena orang tua pasien dari keluarga tidak mampu," ujar Budi.
Ia memastikan seluruh unsur kewilayahan, mulai dari camat, lurah, hingga perwakilan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) bersinergi dalam menangani kasus ini.
Langkah tersebut bertujuan memastikan pasien mendapat intervensi medis yang cepat dan tepat.
"Ini sedang diurus oleh dinas terkait untuk segera diselesaikan administrasi rujukannya. Nanti kita fasilitasi semuanya, termasuk ambulans untuk berangkat ke Jakarta beserta fasilitas lainnya," tegasnya.
Sebelumnya, pasien telah menjalani perawatan intensif selama sepekan di fasilitas kesehatan setempat. Ibu pasien, Intan, menjelaskan kondisi putrinya memburuk secara cepat setelah awalnya hanya menunjukkan gejala demam dan batuk.
"Awalnya gejala demam, lalu turun. Sisa batuk sudah agak mendingan, tinggal lemasnya saja. Langsung dibawa ke rumah sakit karena khawatir kekurangan cairan," kata Intan.
Berdasarkan hasil pemindaian medis, diagnosis penyakit berkembang dalam hitungan hari.
Gejala awal meluas menjadi radang paru-paru, berlanjut pada penyumbatan pembuluh darah, memicu stroke, hingga terkonfirmasi sebagai TBC otak.
"Anaknya sakit radang paru, lalu hasil pemindaian menunjukkan ada penyumbatan pembuluh darah. Besoknya stroke, lalu dipanggil dokter dan dinyatakan TBC otak," jelasnya.
Intan mengapresiasi intervensi penanganan medis secara langsung dari pemerintah daerah.
Ia berharap fasilitas rujukan ke Jakarta dapat mempercepat pemulihan kondisi kesehatan anak pertamanya tersebut.
"Terima kasih atas kunjungannya dan telah membantu. Semoga dengan ini keadaan anak saya bisa lebih baik," pungkasnya.
Meta Deskripsi: Pemkot Serang menanggung biaya rujukan medis dan memfasilitasi keberangkatan bayi penderita TBC otak asal Kecamatan Walantaka ke rumah sakit di Jakarta.
