Wali Kota Budi Rustandi Paparkan Capaian Kota Serang di HUT ke-19, Kolaborasi Jadi Strategi Hadapi APBD Terbatas
SERANGKOTA.GO.ID — Wali Kota Serang Budi Rustandi memanfaatkan momentum Hari Jadi ke-19 Kota Serang untuk memaparkan capaian pembangunan.
Pada kesempatan ini Budi Rustandi juga menjelaskan strategi pemerintah daerah menghadapi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal tersebut Wali Kota Serang Budi Rustandi sampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Serang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-19 Kota Serang, Senin, 10 Agustus 2026.
Budi menyampaikan bahwa pembangunan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan kemampuan fiskal daerah.
Karena itu, Pemkot Serang memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga filantropi, dan berbagai elemen masyarakat.
Budi mengatakan sejumlah indikator makro pembangunan Kota Serang pada 2026 menunjukkan perkembangan positif.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,50, pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,20 persen, sementara angka kemiskinan turun menjadi 5,51 persen.
Di sisi lain, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita meningkat menjadi sekitar Rp61,65 juta.
Menurut Budi, capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Di tahun 2026 ini, capaian indikator makro pembangunan menunjukkan hasil yang menggembirakan,” ujar Budi dalam pidatonya.
Pembangunan Tetap Berjalan di Tengah APBD Terbatas
Budi menyebut Pemkot Serang terus mengerjakan sejumlah agenda infrastruktur, mulai dari peningkatan penerangan jalan umum, penanganan persampahan, perbaikan jalan dan drainase hingga revitalisasi ruang publik.
Revitalisasi Alun-Alun Kota Serang menjadi salah satu proyek yang mendapat perhatian. Budi berharap kawasan tersebut dapat menjadi ruang publik sekaligus ikon baru bagi Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.
Namun, kebutuhan pembangunan yang besar berhadapan dengan keterbatasan ruang fiskal. APBD, kata Budi, belum mampu membiayai seluruh kebutuhan pembangunan secara mandiri.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan langkah. Kita harus bergerak cerdas dan adaptif,” tegasnya.
Dari kondisi tersebut, Pemkot Serang memilih memperluas kolaborasi sebagai salah satu strategi pembiayaan pembangunan.
“Pemerintah Kota Serang terus memperkuat kolaborasi strategis dengan dunia usaha guna menggerakkan program investasi dan pembangunan infrastruktur publik,” katanya.
Kolaborasi Menyasar Jalan hingga Rumah Warga
Dikatakan Budi sejumlah program pembangunan telah direalisasikan melalui skema kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga lainnya.
Agung Sedayu Group, misalnya, memberikan bantuan enam unit ambulans untuk mendukung program kesehatan di Kota Serang.
Sementara Rumah Sakit Bunda mendukung pembangunan simpang sebidang kawasan Kaujon dan Rumah Sakit Fatimah mendukung pembangunan simpang sebidang kawasan Legok.
Di sektor infrastruktur jalan, rekonstruksi Jalan Pakupatan-Bendung dilakukan pada ruas sepanjang 300 meter dengan lebar 5 meter serta ruas sepanjang 150 meter dengan lebar 7 meter melalui dukungan PT Pinang Mitra Mandiri dan Puri Harmoni Indah.
Rekonstruksi juga dilakukan di Jalan Kasemen-Margasana sepanjang 516 meter dengan lebar 5 meter melalui dukungan PT Sauh Bahtera Samudra.
Kemudian Jalan Ampel-Nambo sepanjang 253 meter dengan lebar 6 meter melalui dukungan PT Agung Perkasa Land serta Jalan Angsana-Bojong Ketulisan sepanjang 900 meter melalui dukungan PT Pesona Kahuripan.
Kolaborasi pembangunan turut diarahkan pada kebutuhan tempat tinggal masyarakat.
PT Kawah Anugerah Properti memberikan bantuan perbaikan 75 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta 16 unit rumah gratis di Perumahan Pondok Taktakan Indah.
Program pemberdayaan masyarakat juga masuk dalam skema kolaborasi. Misalnya produk kesehatan memberikan pelatihan pembuatan minuman sehat atau probiotik kepada 2.000 ibu.
Sementara itu, Universitas Prima Graha (UPG) mendukung melalui dua unit mobil layanan Home Care Berbudi dan aplikasi Serang Digital.
Kemudian Andalan Abadi Foundation berkontribusi melalui program bedah kampung di Kampung Sepang dan Kampung Baru, normalisasi Kali Sepang, bedah Masjid, pembangunan Madrasah Diniyah Darussalam serta beasiswa bagi pelajar.
Dukungan Provinsi Banten Perkuat Penataan Kota
Selain menggandeng sektor nonpemerintah, Budi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap pembangunan Kota Serang.
Ia secara khusus menyebut Gubernur Banten Andra Soni yang dinilai turut membantu Pemkot Serang dalam menangani berbagai persoalan pembangunan.
“Capaian saya adalah berkat beliau. Berbagai permasalahan selalu dibantu oleh Pak Gubernur,” ujar Budi.
Menurut Budi, komunikasi dengan pemerintah provinsi terus dilakukan untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan Kota Serang.
Salah satu agenda yang disoroti adalah penataan kawasan dari Patung, Kebon Jahe hingga tersambung ke kawasan Alun-Alun Kota Serang.
Budi juga menyinggung pembangunan Royal Baroe yang dinilainya menjadi salah satu penanda meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kota Serang.
“Pembangunan Royal Baroe merupakan titik awal penataan kawasan di Kota Serang,” katanya.
Capaian Pembangunan Dibuktikan dengan Sejumlah Penghargaan
Dalam pidatonya, Budi turut memaparkan sejumlah penghargaan yang diterima Pemkot Serang.
Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 yang menjadi WTP kesembilan secara berturut-turut.
Pemkot Serang juga meraih B-Universal Top Regional Leader kategori wali kota pada CNN Indonesia Awards 2026 serta apresiasi dari PT Tempo Inti Media Tbk atas kolaborasi pemerintah dan swasta.
Selain itu, Pemkot Serang meraih peringkat pertama instansi terbaik se-Jawa Barat dan Banten dalam penerapan manajemen ASN berbasis meritokrasi dari BKN Regional III.
Penghargaan lainnya meliputi Kepala Daerah Inovatif untuk program pembangunan yang melibatkan CSR pada Radar Banten Award 2025.
Kemudian peringkat kedua JDIH Award tingkat Provinsi Banten 2025, serta predikat Kota Sangat Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri tingkat nasional.
Budi menegaskan capaian tersebut tidak berdiri sendiri. Dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga masyarakat, filantropi, insan pers serta masyarakat menjadi bagian dari proses pembangunan Kota Serang.
Peringatan Hari Jadi ke-19 Kota Serang, menurut Budi, bukan sekadar seremoni tahunan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap capaian pembangunan dan tantangan yang masih harus dihadapi.
“Peringatan hari jadi ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi atas apa yang telah kita capai, mengevaluasi tantangan yang ada, dan meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih baik di masa depan,” pungkasnya.
