Logo loader

Targetkan Naik Akreditasi, Pemkot Serang Rancang Pembangunan Ruang Operasi RSUD Kota Serang

SERANGKOTA.GO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang segera mengalokasikan anggaran untuk membenahi sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang secara bertahap.

Langkah taktis ini diambil guna memperbaiki sejumlah fasilitas vital yang rusak akibat minimnya pemeliharaan gedung selama bertahun-tahun.

Kepastian pembenahan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, saat melakukan inspeksi dan peninjauan kondisi rumah sakit pada Selasa 2 April 2026. 

Peninjauan ini mengungkap sejumlah fakta terkait kondisi infrastruktur kesehatan yang kurang terawat.

Dalam tinjauannya, Budi Rustandi menyayangkan kondisi fasilitas RSUD yang terbengkalai.

Padahal, secara konstruksi, bangunan rumah sakit tersebut dinilai jauh lebih kokoh dan representatif dibandingkan fasilitas kesehatan daerah lainnya.

Untuk penanganan tahap awal yang mendesak, Pemkot Serang akan mengucurkan dana perbaikan sekitar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar melalui instrumen APBD Perubahan.

"Kita perbaiki dulu fasilitasnya nih, karena kan sayang ya, padahal rumah sakit kita ini lebih bagus dari yang lain kalau bangunan ya. Cuman pendukung daripada pemeliharaannya dan fasilitasnya yang kurang," ujar Budi Rustandi.

Secara khusus, Budi menyoroti kondisi ruang operasi yang dinilainya sangat memprihatinkan.

Menurutnya, perbaikan menyeluruh wajib dilakukan guna mendongkrak akreditasi rumah sakit.

Hal ini sejalan dengan program prioritas di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Agis Nur Aulia.

Anggaran dengan postur yang jauh lebih besar rencananya akan diproyeksikan pada APBD Murni 2027 guna menuntaskan pembangunan fasilitas krusial tersebut.

Di sisi lain, Direktur RSUD Kota Serang, dr. Humaryadi, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, mengapresiasi langkah Wali Kota yang telah dua kali turun langsung meninjau kondisi rumah sakit.

Ia menjelaskan kepada Wali Kota bahwa selama ini anggaran pemeliharaan (maintenance) selalu di bawah standar kebutuhan.

Kondisi ini secara akumulatif memicu penurunan kualitas bangunan, mulai dari cat yang mengelupas hingga masalah plafon bocor.

"Di daerah gedung Terpadu, gedung IGD, sama gedung rawat inap yang empat lantai (mengalami kerusakan). Gedung yang paling lama, itu yang dibangun tahun 2017, yaitu gedung rawat inap," beber dr. Humaryadi.

Gedung rawat inap berkapasitas 100 tempat tidur tersebut dinilai mengalami kerusakan paling parah dan membutuhkan penanganan fisik segera.

Selain itu, dr. Humaryadi juga menunjukkan area lantai 3 rumah sakit yang masih kosong sejak awal dibangun.

Area luas tersebut rencananya akan difungsikan sebagai ruang operasi yang representatif, dengan proyeksi pendanaan berskala besar dari APBD Murni 2027.

Ia mengaku bersyukur karena baru pada era kepemimpinan Wali Kota Budi Rustandi, gedung RSUD akhirnya mendapatkan perhatian dan intervensi penuh dari pemerintah daerah.

Copyright © Serang Smart Service 2025 - 2030. All rights reserved.