Satu Tahun Kepemimpinan Budi-Agis, KH Embay Apresiasi Langkah Cepat Pemkot Tata Wajah Kota Serang
SERANGKOTA.GO.ID – Tokoh masyarakat dan agama Banten, KH Embay Mulya Syarif, memberikan apresiasi tinggi atas capaian satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia.
Apresiasi tersebut disampaikannya secara langsung pada acara peresmian Kawasan Royal Baroe, Jumat 20 Februari 2026.
Dalam sambutannya, KH Embay menyoroti berbagai pembenahan infrastruktur dan tata kota yang telah dilakukan secara cepat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Ia menyebutkan bahwa upaya penataan sejumlah titik krusial, seperti kawasan Kasemen, Pasar Rau, Pasar Tamansari, hingga Pasar Kepandean, sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Lebih jauh, KH Embay menekankan bahwa Kota Serang sejatinya adalah sebuah kota tua yang sarat akan nilai sejarah, peninggalan masa kejayaan Kesultanan Banten.
Ia bahkan menceritakan bagaimana pada masa lalu, perahu dari Karangantu masih bisa berlayar masuk hingga ke wilayah Kaujon melalui Sungai Cibanten.
"Mudah-mudahan dengan gebrakan-gebrakan Pak Wali dan Pak Wakil serta seluruh jajaran Ketua Dewan, mudah-mudahan bisa mengembalikan lagi tuh, Sungai Cibanten itu bisa dilayari lagi oleh perahu," tutur KH Embay.
Ia meyakini bahwa langkah-langkah penataan kawasan bersejarah seperti Royal Baroe tidak hanya akan menghilangkan kebingungan tata ruang kota, tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen menjaga identitas sejarah, KH Embay secara khusus mendorong Pemkot Serang dan DPRD Kota Serang untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan bangunan bersejarah.
Ia mengungkapkan keprihatinannya atas beralihfungsinya sejumlah bangunan tua bersejarah di Kota Serang akibat ketiadaan payung hukum yang mengikat.
Salah satu contoh nyata yang disorotinya adalah bangunan bekas percetakan Uang Republik Indonesia Daerah Banten (Oridab) di Jalan Diponegoro yang kini telah berubah wujud menjadi rumah makan.
"Ketika saya berdiskusi dengan Kepala Suaka Purbakala, 'Mengapa bangunan-bangunan tua yang ada di Kota Serang ini banyak yang berubah?' Itu kan cagar budaya. 'Pak, kita nggak bisa berbuat apa-apa, belum ada perdanya'," kisah KH Embay.
Mengakhiri sambutannya, KH Embay mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu mendukung program-program pembangunan Pemkot Serang demi terwujudnya kemaslahatan bersama.
"Sekali lagi selamat Pak Budi dan Pak Agis, Pak Ketua Dewan dan semuanya. Mari kita bersama-sama dukung program yang akan dilaksanakan oleh Pak Budi dan Pak Agis beserta seluruh jajarannya," pungkas tokoh pejuang pembentukan Provinsi Banten tersebut.***
