Penataan Kota, Pemkot Serang Fasilitasi Relokasi Pedagang Plat Nomor ke Pasar Kepandean
SERANGKOTA.GO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berkomitmen mewujudkan kawasan perkotaan yang tertib, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi relokasi pedagang plat nomor dari Jalan Diponegoro ke Pasar Kepandean sebagai bagian dari program penataan kota.
Langkah ini juga sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan Pasar Kepandean sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan di Kota Serang.
Melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUMKMPerindag), Pemkot Serang telah menyiapkan kios bagi seluruh pedagang yang direlokasi agar mereka tetap dapat menjalankan usahanya dengan lebih tertata dan nyaman.
Kepala DinkopUMKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menyampaikan bahwa proses relokasi telah dilaksanakan dan para pedagang kini menempati lokasi baru di Pasar Kepandean.
"Pedagang plat nomor yang ada di Jalan Diponegoro itu sudah direlokasi ke Pasar Kepandean," ujar Wahyu saat ditemui di Setda Kota Serang, Selasa 28 Juli 2026.
Selain menyediakan kios, Pemkot Serang juga memberikan keleluasaan kepada para pedagang untuk mengembangkan usaha di lokasi baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Setiap pedagang sudah kami berikan kios masing-masing. Bahkan, jika ada yang ingin membuka usaha baru di sana, kami persilakan," katanya.
Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 41 pedagang mengikuti program relokasi tersebut.
Untuk membantu proses adaptasi di tempat baru, Pemkot Serang memberikan pembebasan biaya sewa kios selama tiga bulan.
"Selama tiga bulan kami tidak memungut biaya apa pun agar mereka bisa pulih terlebih dahulu. Setelah itu akan kami evaluasi," katanya.
"Jika ternyata mereka masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi, kemungkinan perpanjangan pembebasan sewa akan kami pertimbangkan," jelas Wahyu.
Menurutnya, mayoritas pedagang telah mendukung kebijakan relokasi.
Meski demikian, masih terdapat sekitar lima hingga enam pedagang yang belum berpindah. Pemkot Serang terus melakukan pendekatan secara persuasif agar seluruh pedagang dapat menempati lokasi yang telah disediakan.
"Hampir seluruh pedagang sepakat untuk pindah. Memang masih ada sekitar lima atau enam orang yang membandel. Kami terus memberikan edukasi agar mereka bersedia menempati lokasi yang telah disediakan," ungkapnya.
