Pemprov Banten Mulai Bangun Drainase Kali Wadas, Pemkot Serang Targetkan Penanganan Banjir Tuntas Tahun Ini
SERANGKOTA.GO.ID, — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten mulai merealisasikan proyek penanganan banjir di kawasan Kali Wadas melalui pembangunan sistem drainase.
Proyek tersebut menjadi tindak lanjut atas arahan Gubernur Banten sekaligus usulan yang diajukan Pemkot Serang untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan pembangunan fisik telah dimulai dan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana hingga selesai pada tahun 2026. Ia mengajak masyarakat turut mendukung serta mengawasi pelaksanaan proyek agar hasilnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi warga.
"Alhamdulillah hari ini pembangunan sudah dimulai. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar pengerjaannya berjalan lancar. Kami juga berharap masyarakat ikut mengawasi serta memberikan masukan dan saran demi kelancaran proyek ini," ujar Budi saat meninjau pembangunan drainase di Jalan Sama'un Bakrie, Kamis (23/7/2026).
Menurut Budi, pelaksanaan proyek masih menghadapi kendala administratif terkait perizinan pembangunan saluran yang akan melintasi jalur kereta api.
Jalur drainase tersebut harus melewati sistem crossing di bawah rel sehingga memerlukan persetujuan dari pihak terkait.
"Tadi saya sudah berkomunikasi dengan pihak di Jakarta. Mudah-mudahan segera ada kabar baik sehingga proses perizinan bisa segera selesai dan pekerjaan dapat diteruskan," katanya.
Pada tahap awal, pembangunan difokuskan di dua titik dengan total panjang sekitar 1.650 meter, terdiri atas segmen sepanjang 1.250 meter dan 400 meter.
Saluran tersebut dirancang untuk mengalirkan air menuju crossing di bawah jalur kereta api sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir di kawasan Kali Wadas.
Budi menegaskan, lokasi tersebut menjadi prioritas karena merupakan salah satu titik yang mengalami banjir cukup parah pada kejadian sebelumnya.
"Target kami selesai tahun ini. Kami juga mendoakan agar Pak Gubernur selalu diberikan kesehatan. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten atas dukungan nyata terhadap penanganan banjir di Kota Serang," ujarnya.
Selain membangun drainase, Pemkot Serang juga akan melakukan penertiban bangunan yang berdiri di atas saluran air dan menghambat proses normalisasi drainase.
"Bagi masyarakat yang membangun di atas drainase sehingga menghambat pembangunan, kami mohon kesadarannya karena bangunan tersebut akan kami bongkar. Langkah ini harus dilakukan demi kepentingan bersama agar banjir tidak terus terjadi," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali mendirikan bangunan di atas saluran drainase karena dapat mengganggu fungsi saluran air dan memperburuk risiko banjir.
"Jangan lagi membangun di atas drainase. Dampaknya dirasakan oleh semua warga. Penanganan banjir akan jauh lebih sulit jika saluran air terus tertutup bangunan," katanya.
Terkait pendanaan, Budi menjelaskan proyek tersebut bukan berasal dari skema bantuan keuangan kepada pemerintah daerah, melainkan dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Provinsi Banten sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penanganan banjir di Kota Serang.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang menjadi langkah strategis dalam mempercepat penyelesaian persoalan banjir sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur drainase di wilayah perkotaan.
"Provinsi hadir membantu daerah yang memiliki keterbatasan anggaran. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan banjir yang selama ini menjadi perhatian masyarakat," pungkasnya.
