Pemkot Serang dan PT Agung Perkasa Land Kolaborasi Pembangunan Jalan di Walantaka Lewat Skema CSR
SERANGKOTA.GO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Badan Usaha Kota Serang, dan PT Agung Perkasa Land.
PKS tersebut terkait pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kota Serang.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Lobby Wali Kota Serang Lantai 2, Kamis, 23 Juli 2026, dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama jajaran Pemerintah Kota Serang.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pemerataan pembangunan tanpa membebani kemampuan fiskal daerah.
"Menghadiri acara MoU antara pihak swasta dengan Forum CSR dan PUPR Kota Serang dalam rangka kesepakatan mereka memberikan CSR berupa bangunan infrastruktur jalan di Walantaka, tepatnya di Jalan Nambo Ampel," katanya.
"Ini menjadi bagian dari kolaborasi dengan pihak swasta dalam rangka mengurangi beban APBD Kota Serang," ujar Budi.
Menurutnya, sinergi tersebut merupakan bukti nyata komitmen Pemkot Serang dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan bagi masyarakat.
"Inilah bukti Pemerintah Kota Serang berkomitmen dan bersungguh-sungguh untuk membangun Kota Serang, membangun infrastruktur yang berkeadilan," katanya.
Program CSR tersebut akan diwujudkan melalui pembangunan ruas Jalan Nambo Ampel, Kecamatan Walantaka, sepanjang 253 meter dengan lebar 6 meter.
Pekerjaan jalan tersebut menggunakan kombinasi betonisasi dan hotmix yang disesuaikan dengan kondisi konstruksi di lapangan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Iwan Sunardi menjelaskan, lokasi pekerjaan berada di sekitar jembatan yang melintasi jalan tol sehingga memerlukan metode konstruksi yang berbeda.
"Di lokasi tersebut dilakukan betonisasi, sedangkan pada bagian jembatan menggunakan hotmix agar tidak terjadi patahan," katanya.
"Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh pihak swasta, sementara DPUPR Kota Serang melakukan kajian teknis, pendampingan, dan pengawasan," jelas Iwan.
Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut merupakan program CSR keenam yang berhasil direalisasikan melalui kolaborasi antara Pemkot Serang dan dunia usaha.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pondok Pengampelan, unit usaha di bawah PT Agung Perkasa Land, Findi mengatakan perusahaan telah mengalokasikan anggaran CSR sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan di sekitar kawasan usahanya.
"Kami sebagai pengembang swasta di Kota Serang memang telah menganggarkan dana CSR sebagai kontribusi kepada masyarakat," katanya.
"Kebetulan ruas jalan yang berada di sekitar kawasan kami membutuhkan perbaikan sehingga kami ikut berpartisipasi dalam pembangunannya," ujarnya.
Nilai kontribusi CSR untuk pembangunan jalan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta dan akan direalisasikan setelah seluruh tahapan teknis selesai.
Alt Text Gambar Utama
Wali Kota Serang Budi Rustandi menyaksikan penandatanganan kerja sama CSR antara DPUPR Kota Serang, Forum TJSL, dan PT Agung Perkasa Land untuk pembangunan jalan di Walantaka.
