Komisi V DPR RI Meninjau Revitalisasi Terminal Pakupatan

Komisi V DPR RI Meninjau Revitalisasi Terminal Pakupatan

Komisi V DPR RI Meninjau Revitalisasi Terminal Pakupatan

Kota Serang, 26 Agustus 2022

Terminal Pakupatan merupakan terminal tipe A yang berada di Kelurahan Penancangan Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Dengan statusnya sebagai Terminal Tipe A, Terminal Pakupatan menjadi pusat pelayanan perhubungan darat yang melayani perjalanan dari antar daerah di dalam dan luar Provinsi Banten hingga antar pulau Jawa dan Sumatera. 

Untuk meningkatkan pelayanan di Terminal Pakupatan, Kementerian Perhubungan RI melakukan revitalisasi kepada Terminal Pakupatan. Komisi V DPR RI datang pagi ini datang langsung untuk meninjau revitalisasi Terminal Pakupatan. 

Komisi V yang datang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Robert Rouw. 

" Kami dari komisi V untuk melihat revitalisasi Terminal Tipe A Pakupatan" Ujarnya. 

Ia melihat dari desain yang sudah ada Terminal Pakupatan bisa menjadi Icon Kota Serang dan bisa menjadi percontohan untuk terminal di daerah lain. 

"Dilihat dari desain nya mana menurut saya ini bisa jadi icon Kota Serang, dan bisa jadi contoh bagi terminal di daerah lain" Sambung Robert

Bukan hanya pelayanan transportasi darat yang harus diperhatikan, Robert juga mengutamakan 130 pedagang yang sudah menempati Terminal Pakupatan agar pendapatannya tidak menurun apalagi dengan harga sewa yang naik seiring revitalisasi terminal.

"Yang utama lagi pedagang yang berjumlah 130 ini jangan sampai tidak bisa kembali ke sini dan pendapatannya menurun, karena sewanya mahal. Kami meminta ke pemerintah jangan nanti pedagang terbebani dengan harga sewa yang mahal" Ucapnya. 

Sependapat dengan Robert, Wakil Walikota Serang H. Subadri Ushuludin, SH, M.Si yang mendampingi rombongan Komisi V DPR RI berharap revitalisasi Terminal Pakupatan bisa berdampak baik bagi UMKM yang ada di terminal ini. 

"Hikmah terbesar ketika ini sudah jadi, UMKM bisa beraktivitas di terminal ini" Ujar Subadri. 

Robert menambahkan bahwa penyelesaian terminal ditargetkan Desember 2022 dan Januari 2023 harus sudah normal. 

"Penyelesaian nya Desember bangunan selesai, paling lambat Januari operasional sudah normal" Ucapnya. 

Komisi V juga menegaskan agar Kemenhub tetap mengawasi pembangunan, apalagi dengan penawaran yang rendah kepada developer.

"Tentang fisik bangunan saya minta kepada Kemenhub untuk mengawasi karena kita tahu penawarannya cukup rendah" Pungkas Robert. 

Robert juga menegaskan bahwa bangunan yang akan berdiri harus sanggup bertahan hingga puluhan tahun ke depan. 

"Jangan sampai pembangunan ini didesain untuk 20 sampai 30 tahun ke depan tapi 10 tahun sudah rusak" Tegasnya. 

Revitalisasi Terminal Pakupatan memang mengalami keterlambatan dalam target pembangunan namun alasan keterlambatan itu karena harus membongkar bangunan lama sementara operasional terminal tetap berjalan dan alokasi pedagang dalam terminal. 

"Keterlambatan itu karena harus membongkar seluruh bangunan terminal yang lama kemudian selama pembangunan, operasional terminal harus berjalan, kita juga harus mengalokasikan pedagang" Ujar Direktur Lalulintas (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Cucu Mulyana. 

Menurut Cucu, deviasi yang minus 1,6 persen bisa terkejar dengan beberapa minggu saja sehingga pelayanan bisa kembali maksimal. 

"Menurut saya dengan deviasi hanya minus 1,6 persen itu relatif dalam satu sampai dua minggu bisa terkejar" Tutur Cucu. 

Pemerintah Kota Serang berharap adanya sinergi antara Daerah, Provinsi dan Pusat agar tidak ada kesemrawutan lagi di sekitar Terminal Pakupatan. 

"Diharapkan tetap adanya sinergi antara pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat sehingga tidak lagi ada kesemrawutan kecil" Ungkap Subadri

Revitalisasi Terminal Pakupatan diharapkan juga bisa menghilangkan terminal bayangan yang ada di sekitar Pakupatan dan bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi karena banyaknya angkutan kota yang mencari penumpang tidak dalam terminal. 

"Yang sekarang masih terminal bayangan semoga tidak ada lagi terminal bayangan, agar kekumuhan dan kemacetan tidak ada lagi" Tutup Subadri.