Wali Kota Serang Pantau Ketat Pengiriman Perdana Sampah Tangsel ke TPAS Cilowong
SERANGKOTA.GO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, turun langsung ke lapangan untuk memantau pengiriman perdana sampah dari Kota Tangerang Selatan menuju Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Selasa malam.
Pemantauan dilakukan secara ketat di dua titik strategis, yakni Rest Area KM 68 Bogeg dan pos cek poin Jakung, Kecamatan Taktakan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Serang atas pelaksanaan kerja sama antardaerah dalam pengelolaan sampah. Wali Kota memastikan seluruh armada truk yang digunakan telah sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS), yakni menggunakan kendaraan baru dan layak jalan.
“Malam ini saya bersama Satgas dan UPT mengecek langsung. Alhamdulillah, truk yang dikirimkan dari Tangsel semuanya baru dan sesuai kesepakatan,” ujar Budi Rustandi saat pengecekan di pos Jakung.
Dalam proses monitoring tersebut, Pemkot Serang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat melalui Paguyuban Jakung Bersatu. Warga ikut berperan di pos cek poin dengan mendata identitas sopir serta mencatat nomor pelat kendaraan yang melintas menuju TPAS Cilowong.
Kolaborasi ini menjadi bukti dukungan masyarakat Kecamatan Taktakan dan wilayah Cilowong terhadap kebijakan strategis pemerintah daerah. Selain itu, evaluasi teknis juga langsung dilakukan di lapangan, salah satunya terkait sistem penampungan air lindi pada armada truk agar tidak menetes ke badan jalan.
“Evaluasi adalah bagian dari kolaborasi. Masukan dari masyarakat agar daya tampung keran air lindi dinaikkan dari 4 liter menjadi 8 liter akan segera kita perbaiki secara bertahap agar lebih sempurna,” tegasnya.
Kerja sama pengelolaan sampah ini memberikan dampak signifikan bagi pembangunan daerah. Budi mengungkapkan bahwa nilai Bantuan Keuangan (Bankeu) yang diterima Pemerintah Kota Serang mencapai Rp 65 miliar, yang dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Cilowong dan Kecamatan Taktakan.
“Nilai bantuan keuangannya Rp 65 miliar, ini yang terbesar. Seluruhnya untuk pembangunan infrastruktur di Cilowong dan Taktakan, di luar dana Kompensasi Dampak Negatif (KDN) dan retribusi sebesar Rp 57 miliar,” jelasnya.
Menindaklanjuti aspirasi warga terkait kualitas air bersih, Wali Kota Serang memastikan pembangunan fasilitas air bersih akan dimasukkan dalam Anggaran Perubahan Tahun 2026. Rencana tersebut juga akan menjadi bagian dari adendum kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan apabila perjanjian diperpanjang.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ia menyebutkan bahwa pada 3 Agustus 2026 mendatang, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Serang.
“Ini tanggung jawab saya sebagai pemimpin untuk menyukseskan program nasional. Insyaallah PSEL akan mencetak sejarah pertama di Kota Serang. Saya mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
