Logo loader

UPG Gelar Piala Wali Kota Serang English Competition 2026, 10 Pelajar Terbaik Disiapkan Beasiswa Kuliah Gratis

SERANGKOTA.GO.ID – Universitas Primagraha (UPG) menggelar Piala Wali Kota Serang English Competition 2026 bukan sekadar untuk mencari juara. 

Kompetisi bahasa Inggris ini dirancang sebagai wadah bagi pelajar tingkat SLTA untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus membuka peluang melanjutkan pendidikan melalui beasiswa kuliah gratis.

Ketua Pusat Bahasa Inggris UPG, Adi Suhendra, atau yang akrab disapa Mr. Adi, mengatakan kompetisi tersebut lahir dari sinergi UPG dengan Pemerintah Kota Serang serta perhatian Wali Kota Serang Budi Rustandi terhadap pengembangan generasi muda.

“Dasarnya satu, kita memang telah menjalin berbagai kegiatan dengan Pemkot Serang, dan saya melihat ada kepedulian dari Pak Wali terhadap anak-anak muda. Sehingga kita sodorkan konsep ini, dan Pak Wali menyetujuinya,” kata Adi.

Kata Adi, kompetisi tersebut mengusung dua kategori, yakni speech contest dan storytelling. Untuk peserta sendiri berasal dari jenjang SLTA, SMK, maupun Madrasah Aliyah (MA) yang berada di Kota Serang.

Menurut Adi, pemilihan bahasa Inggris bukan tanpa alasan. UPG bersama Pemkot Serang ingin mempersiapkan generasi muda menghadapi lingkungan global, salah satunya dengan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa internasional.

“UPG dengan Pak Wali sepakat bahwa kita akan mempersiapkan generasi muda kita ini ke kehidupan global. Salah satunya dengan bahasa Inggris,” ujarnya.

Adi menegaskan, Piala Wali Kota Serang English Competition 2026 tidak berhenti pada perebutan gelar juara. UPG menargetkan kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan.

Ia menyebut kompetisi ini menjadi ruang bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, menyampaikan gagasan, dan mengungkapkan pendapat dalam bahasa Inggris.

“Tidak terbatas di lokal, dan kita juga melatih mereka untuk bisa mengungkapkan pendapat dalam bahasa yang mau tidak mau kita sepakati sebagai bahasa internasional,” katanya.

Untuk pelaksanaan perdana, UPG membatasi peserta hanya dari sekolah-sekolah yang berada di Kota Serang. Adi menyebut terdapat sekitar 88 sekolah tingkat SLTA, SMK, dan MA di Kota Serang yang menjadi sasaran peserta.

Jika setiap sekolah mengirimkan satu peserta untuk masing-masing kategori, potensi peserta dapat mencapai 176 orang.

“Bahkan kita agak menolak di luar Kota Serang. Kenapa? Karena memang kita komit untuk yang pertama ini hanya untuk Kota Serang,” ujar Adi.

Sementara itu, kategori speech contest dirancang untuk melatih peserta menyampaikan gagasan dan ide mengenai pemuda dalam bahasa Inggris.

Tema tersebut juga dikaitkan dengan semangat Sumpah Pemuda. Adi mengatakan, sejarah perubahan di Indonesia tidak terlepas dari peran generasi muda.

“Perubahan di republik ini itu tidak lepas dari peran pemuda. Mau tidak mau kita harus akui itu, itu tercatat dalam sejarah,” katanya.

Melalui kompetisi tersebut, peserta didorong tidak hanya mengikuti peringatan Sumpah Pemuda secara seremonial. Mereka juga diberi ruang untuk menyampaikan pandangan mengenai apa yang dapat dilakukan generasi muda saat ini.

Sementara itu, kategori storytelling menggunakan cerita rakyat sebagai materi kompetisi.

Adi menjelaskan, pemilihan cerita rakyat dimaksudkan agar kemampuan berkomunikasi secara global tetap diimbangi dengan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya Nusantara.

Ia mencontohkan cerita Malin Kundang yang memiliki pesan moral dan dapat menjadi materi untuk mengenalkan kekayaan cerita rakyat Indonesia.

“Walaupun mereka punya kemampuan untuk berkomunikasi secara global, berpikir secara global, dan berbisnis mungkin secara global, tapi ada hal-hal yang tetap mereka jaga tentang Nusantara,” jelasnya.

Dengan konsep tersebut, UPG ingin membangun kemampuan global tanpa membuat peserta kehilangan akar budaya.

Salah satu daya tarik utama kompetisi ini adalah hadiah yang tidak hanya berupa uang tunai. UPG juga menyiapkan kesempatan pendidikan bagi peserta terbaik.

Adi mengatakan, UPG akan memilih 10 peserta terbaik atau big ten untuk mendapatkan beasiswa kuliah gratis. Juara kompetisi tetap memperoleh penghargaan khusus, tetapi peluang beasiswa tidak hanya diberikan kepada pemenang utama.

“Juaranya pastilah dia dapat privilege, dapat kekhususan. Tetapi ada 10 terbaik yang kita akan siapkan sesuai dengan apa yang pernah disampaikan oleh Pak Wali, bahwa kita akan menyediakan 10 beasiswa kuliah gratis,” ungkapnya.

Menurut Adi, pemberian beasiswa merupakan bagian dari upaya lembaga pendidikan membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda.

“Penghargaan itu kan bisa kita memberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi secara gratis,” katanya.

Ia menilai kemampuan anak muda Indonesia tidak kalah dengan generasi dari negara lain. Persoalannya, kesempatan untuk berkembang belum selalu dimiliki semua orang.

“Banyak orang Indonesia yang lebih hebat bahkan orang kita banyak yang lebih hebat dari orang Amerika sendiri. Tetapi kan soal kesempatan. Kalau diberikan kesempatan yang sama, kita bahkan bisa lebih baik,” ujar Adi.

Kompetisi ini juga diarahkan untuk menemukan pelajar yang memiliki potensi lebih besar dalam bidang bahasa Inggris.

Adi membuka kemungkinan peserta terbaik nantinya dibina dan dipersiapkan mengikuti kompetisi pada level yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Kenapa tidak. Suatu saat kita akan kirim mereka ke kompetisi yang lebih tinggi, misalnya di nasional, di provinsi, dan sebagainya,” tuturnya.

Pusat Bahasa Inggris UPG, lanjut dia, siap menjadi bagian dari proses pembinaan tersebut.

“UPG siap dengan Pusat Bahasa Inggrisnya siap untuk melatih dan membina,” katanya.

Dalam menentukan pemenang, panitia menyiapkan sejumlah indikator penilaian. 

Aspek yang diperhatikan antara lain penguasaan grammar, ketepatan penggunaan kosakata, penjiwaan, gestur saat tampil, hingga kontak mata.

Setiap kompetisi rencananya akan dinilai oleh tiga juri dari dosen UPG.

Adi juga tengah mengupayakan keterlibatan dua juri dari @america, pusat kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, khusus untuk grand final.

Menurut dia, komunikasi dengan pihak @america telah mendapatkan respons positif, tetapi keterlibatan tersebut masih dalam proses dan belum dapat dipastikan.

“Saya sudah dapat respons yang positif, cuma saya belum bisa ketika saya belum dapat jawaban yang pasti. Karena mereka sedang memilih siapa yang mau berangkat ke Serang,” ujarnya.

Piala Wali Kota Serang English Competition 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 7, 8, dan 9 Oktober 2026. Pendaftaran peserta tidak dipungut biaya.

Copyright © Serang Smart Service 2025 - 2030. All rights reserved.