Logo loader

Respon Cepat, Jenguk Korban Keributan Final Sepak Bola, Wali Kota Serang Pastikan Pemerintah Tanggung Biaya Medis

SERANGKOTA.GO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memberikan respons cepat dalam penanganan medis bagi warga yang menjadi korban perselisihan antarpenonton pada laga final turnamen sepak bola tingkat Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug. 

Wali Kota Serang Budi Rustandi turun langsung menjenguk pasien di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) sekaligus memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan yang digelar di Lapangan Rajawela, Kampung Pasirhuni. 

Akibat luka serius yang dideritanya, korban harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

Keputusan Pemkot Serang menanggung biaya pengobatan diambil mengingat kondisi keluarga korban yang berstatus masyarakat tidak mampu. 

Mengingat keterbatasan peralatan untuk tindakan operasi di RSDP, Budi mengambil langkah proaktif dengan merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

"Pemerintah akan membantu penuh. Pasien ditangani di Rumah Sakit (RS) Hermina karena alat di sini tidak memadai," katanya. 

"Saya sudah berkomunikasi langsung dengan pihak RS Hermina agar segera ditangani," kata Budi saat melakukan kunjungan.

Sebagai bentuk kepedulian tambahan, Pemkot Serang turut menyerahkan bantuan uang tunai guna meringankan beban operasional keluarga selama mendampingi pasien. 

Budi juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk mengawal seluruh proses administrasi rujukan pasien ke RS Hermina hingga tuntas.

Menyikapi pemicu luka korban, Budi meminta agar konflik antarkampung tersebut diselesaikan melalui jalur musyawarah kekeluargaan. 

Ia berharap insiden kekerasan ini menjadi evaluasi bagi warga dan diupayakan agar tidak memanjang hingga ke ranah hukum.

Budi mengingatkan bahwa penyelenggaraan kompetisi olahraga di tengah masyarakat pada dasarnya berfungsi sebagai ajang penjaringan bibit atlet potensial dan wadah pemersatu, bukan pemicu konflik sosial.

"Olahraga itu bertujuan mencari kebersamaan dan silaturahmi, bukan sekadar mengejar kemenangan," katanya. 

"Jangan sampai karena memaksakan dukungannya harus menang, timbul miskomunikasi yang akhirnya memicu keributan antarpenonton," tuturnya.

Copyright © Serang Smart Service 2025 - 2030. All rights reserved.