Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Banjir, Pemkot Serang Dirikan Dapur Umum di Kasemen.
SERANGKOTA.GO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana banjir yang melanda Kecamatan Kasemen.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni mendirikan dapur umum untuk memastikan kebutuhan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengatakan dapur umum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat saat kondisi darurat. Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi banjir di Lingkungan Cikedung, Keroya Permai, dan Keroya Indah, Kecamatan Kasemen, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Agis, banyak aktivitas warga yang lumpuh akibat rumah terendam banjir, sehingga pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya makanan, harus segera diprioritaskan.
“Pemerintah Kota Serang bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum agar warga tidak kesulitan mendapatkan makanan selama masa tanggap darurat,” ujar Agis.
Dapur umum tersebut dipusatkan di Sekolah Yayasan Pendidikan Shohibul Barokah, Jalan Serang–Banten, Kampung Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Pembangunannya dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Serang pada hari yang sama setelah peninjauan lapangan.
Agis menegaskan, dapur umum ini akan menjadi sentral distribusi makanan bagi warga terdampak banjir di wilayah Kasemen selama beberapa hari ke depan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Wakil Wali Kota Serang turut menyusuri kawasan permukiman warga yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai hampir sepinggang orang dewasa. Ia berdialog langsung dengan warga, termasuk mereka yang terpaksa mengungsi ke tempat sementara.
Selain menyiapkan dapur umum, Pemkot Serang juga telah menyalurkan bantuan awal berupa beras, mi instan, dan makanan siap saji sebagai bentuk penanganan darurat sambil menunggu operasional dapur umum berjalan penuh.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Serang, M Ibra Gholibi, menjelaskan bahwa dapur umum tersebut ditargetkan mampu memproduksi ribuan paket makanan setiap hari.
“Untuk sekali makan, kami menyiapkan sekitar 4.000 paket nasi bungkus. Jika tiga kali makan, totalnya mencapai kurang lebih 12.000 paket per hari, dan akan disalurkan selama dua hingga tiga hari ke depan,” jelas Ibra.
Ia menambahkan, pembiayaan penyediaan makanan bagi korban banjir tersebut bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi Banten yang dialokasikan untuk membantu masyarakat Kota Serang yang terdampak bencana.
Selain pemenuhan kebutuhan logistik, Pemkot Serang juga melakukan pendataan warga terdampak serta memantau kondisi rumah dan lingkungan yang masih tergenang air. Koordinasi lintas perangkat daerah terus dilakukan guna mempercepat proses pemulihan pascabanjir.
Pemkot Serang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
