Logo loader

Pemkot Serang Bersama FKUB Kota Serang Perkuat Toleransi Jelang Idul Fitri dan Nyepi 2026

SERANGKOTA.GO.ID,- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang menggelar rapat koordinasi menjelang dua hari besar keagamaan, yakni Idul Fitri 1447 Hijriah dan Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan ini berlangsung di Kebun Kebangsaan Waladun Sholeh, Kecamatan Walantaka, Selasa (17/3/2026).

Rapat koordinasi tersebut mengusung tema kebersamaan dan toleransi dalam menjaga keamanan serta kenyamanan selama perayaan hari raya. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat guna memastikan situasi tetap kondusif di Kota Serang.

Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai perekat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, bukan sebagai pengatur praktik ibadah.

Menurutnya, setiap agama telah memiliki pedoman masing-masing dalam menjalankan ajaran dan ibadah.

“Islam punya Al-Qur’an dan hadis, juga fikih. Maka Pancasila bukan sumber hukum agama, tetapi dasar untuk kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa negara tidak mengatur secara detail praktik ibadah warga. Keberagaman agama, suku, bahasa, dan budaya merupakan anugerah yang harus dijaga dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kiai Matin juga menilai bahwa perbedaan seharusnya menjadi kekuatan dalam membangun bangsa, bukan menjadi sumber konflik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan, baik secara fisik maupun mental dan spiritual.

“Pembangunan harus berjalan seimbang. Infrastruktur penting, tetapi iman dan nilai moral juga harus kuat sesuai keyakinan masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Asisten Daerah I Pemerintah Kota Serang, Subagyo, menyoroti perbedaan karakter dua hari raya tersebut. Idul Fitri identik dengan perayaan dan silaturahmi, sedangkan Nyepi diisi dengan keheningan dan refleksi diri.

“Nyepi bukan perayaan meriah. Umat Hindu menjalankannya dengan berdiam diri di rumah, merenung, dan menjaga ketenangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, peringatan Nyepi di Kota Serang kemungkinan tidak sebesar di Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Namun demikian, pemerintah tetap menghormati dan memfasilitasi kebutuhan umat Hindu yang merayakan.

Lebih lanjut, Subagyo menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Serang telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan menjelang Idul Fitri. Pemkot Serang bekerja sama dengan kepolisian, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketertiban selama arus mudik, pelaksanaan salat Id, hingga aktivitas masyarakat pascalebaran.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh rangkaian perayaan berjalan aman dan lancar.

“Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan hari besar dengan nyaman tanpa gangguan keamanan,” tuturnya.

Selain itu, FKUB Kota Serang juga mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama, terutama ketika dua hari raya berbeda berlangsung dalam waktu berdekatan. 

Kondisi ini dinilai sebagai ujian sekaligus peluang untuk menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menjaga toleransi dan kerukunan.

Copyright © Serang Smart Service 2025 - 2030. All rights reserved.