Logo loader

Disporapar Sebut Gunung Gedor Disiapkan Jadi Destinasi Sport Tourism Berbasis Masyarakat

SERANGKOTA.GO.ID – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Serang menyiapkan Gunung Gedor di Kelurahan Cibendung Kecamatan Taktakan sebagai destinasi sport tourism yang dikembangkan dengan melibatkan masyarakat.

Konsep tersebut diterapkan dalam rencana pengembangan wisata paralayang di kawasan Gunung Gedor. 

Pemkot Serang mendorong masyarakat sekitar menjadi bagian dari pengelolaan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kepala Disporapar Kota Serang Zeka Bachdi mengatakan, pengelolaan kawasan Gunung Gedor saat ini masih berada di bawah Perhutani. 

Karena itu, Pemkot Serang tengah menunggu kerja sama secara tertulis untuk menjadi dasar pengembangan kawasan bersama masyarakat.

“Pengelolaannya masih ada di Perhutani. Alhamdulillah, secara lisan kita sudah komunikasi dengan Perhutani. Kita masih menunggu surat MoU dari Perhutani untuk pengelolaan oleh masyarakat,” ujar Zeka, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut Zeka, pemerintah tidak diarahkan untuk mengambil alih pengelolaan kawasan. Peran Pemkot Serang lebih pada pembinaan masyarakat agar mampu terlibat dalam pengembangan destinasi wisata.

“Pemerintah memberikan kepada masyarakat karena wisata ini berbasis masyarakat. Untuk sementara, kita melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui Pokdarwis,” katanya.

Zeka mengatakan, kerja sama dengan Perhutani akan segera ditindaklanjuti. 

Terlebih, kawasan wisata tersebut telah disahkan dan diluncurkan sehingga tahap berikutnya adalah menyiapkan pola pengelolaan kawasan.

“Kita akan segera MoU-kan untuk pengelolaan dan pengembangan wisata. Kawasan wisata sudah disahkan dan diluncurkan, tinggal pengelolaannya karena gunung ini berada di bawah Perhutani,” jelasnya.

Pemkot Serang menargetkan proses kerja sama tersebut dapat dilakukan sesegera mungkin. Zeka menyebut pemerintah mengharapkan jawaban dari Perhutani pada awal bulan ini.

“Sesegera mungkin. Kemungkinan kita targetkan di awal bulan ini sudah ada jawaban dari Perhutani. Secara lisan sudah, tetapi secara tertulis dalam MoU kita laksanakan,” ujarnya.

Menurut Zeka, secara prinsip Perhutani telah memberikan sinyal dukungan terhadap pengelolaan kawasan oleh pemerintah dan masyarakat sepanjang ditujukan untuk kepentingan masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah kawasan wisata di Bogor, Puncak, hingga Gunung Salak yang berada di bawah Perhutani tetapi dapat dikelola masyarakat.

“Di Bogor, di Puncak, juga di Gunung Salak, itu kan punya Perhutani semua. Tapi dikelola oleh masyarakat untuk kepentingan masyarakat. Maka Perhutani saya yakin boleh,” tuturnya.

Selain pola pengelolaan, Disporapar Kota Serang juga menempatkan aspek keselamatan sebagai perhatian utama sebelum aktivitas paralayang maupun paramotor dapat dinikmati wisatawan.

Zeka menjelaskan, penerbangan paramotor harus dilakukan oleh atlet yang memenuhi persyaratan, termasuk memiliki lisensi dan menjalani uji terbang.

“Uji coba terbang paramotor ini pasti punya lisensi, punya uji terbang, dan punya hal-hal lain,” katanya.

Ia menegaskan seluruh aspek keselamatan harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum wisatawan dilibatkan dalam aktivitas tersebut.

“Sebelum kita membawa wisatawan, semua aspek itu harus dipenuhi,” tegas Zeka.

Sebelumnya, pemerintah sempat menargetkan peluncuran kawasan wisata pada 28 Juli. 

Namun, target tersebut meleset dan kemudian momentum HUT Kemerdekaan RI digunakan untuk peluncuran Kawasan Wisata Gunung Pinang sebagaimana disampaikan Zeka.

“Dulu pernah kita janjikan tanggal 28 Juli, tetapi meleset. Maka digabungkan di HUT RI ini untuk kita launching Kawasan Wisata Gunung Gedor,” ungkapnya.

Pengembangan Gunung Gedor juga diarahkan untuk menggabungkan potensi olahraga dan pariwisata. Dalam kegiatan tersebut, penerbangan paramotor dilakukan oleh atlet Kota Serang.

Zeka mengatakan aktivitas tersebut merupakan bagian dari konsep sport tourism, karena atlet dapat berlatih sekaligus mendukung pengembangan daya tarik wisata.

“Paramotor ini juga sport tourism. Ada atlet yang berlatih untuk prestasi sekaligus untuk wisata,” ujar Zeka.

Ia menambahkan, penerbang yang tampil merupakan atlet-atlet FASI Kota Serang yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut dan berada di bawah pembinaan Disporapar Kabupaten sebagaimana disampaikan dalam keterangannya.

“Yang terbang tadi semuanya atlet-atlet FASI Kota Serang yang kita libatkan, tentunya di bawah pembinaan Disporapar Kabupaten,” katanya.

 

Copyright © Serang Smart Service 2025 - 2030. All rights reserved.