Logo loader

Arahan Gubernur Banten, Budi Rustandi Pastikan Pembangunan Drainase BAP untuk Perkuat Penanganan Banjir

SERANGKOTA.GO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan pembangunan drainase pengendali banjir di Perumahan Bumi Agung Permai (BAP) 1, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, terus berjalan sesuai rencana.

Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pekerjaan tersebut pada Senin, 31 Agustus 2026. 

Peninjauan dilakukan atas arahan Gubernur Banten Andra Soni untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang menggunakan APBD Provinsi Banten itu berjalan dengan baik.

Pembangunan drainase BAP menjadi bagian dari upaya penanganan banjir yang telah lama dirasakan warga. 

Berdasarkan informasi yang diterima Budi Rustandi dari Ketua RW setempat, persoalan banjir di kawasan tersebut telah berlangsung sekitar 20 tahun.

“Ini saya bisa sidak atas instruksi Pak Gubernur Banten Andra Soni. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan yang ada di Kota Serang melalui anggaran APBD Provinsi Banten bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Budi.

Ia mengatakan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Pemkot Serang dalam penanganan banjir di kawasan BAP.

“Ini merupakan usulan dari Pemerintah Kota Serang untuk penanganan banjir. Informasi dari Pak RW, persoalan ini sudah sekitar 20 tahun tidak pernah terselesaikan,” jelasnya.

Menurut Budi, dimulainya pembangunan menjadi langkah penting bagi penanganan persoalan banjir di kawasan tersebut. Namun, pekerjaan masih membutuhkan tindak lanjut pada sisi lain kawasan BAP.

“Alhamdulillah hari ini bisa terbangun dan tinggal PR berikutnya adalah di seberang sana,” katanya.

Untuk kebutuhan lanjutan itu, Budi akan kembali berkoordinasi dengan Gubernur Banten serta Dinas PUPR Provinsi Banten.

"Insya Allah saya akan komunikasi lagi dengan Pak Gubernur, tapi sedikitnya melalui telepon kepada Kadis PUPR Banten. Insya Allah disambungkan dan tentunya ini menjadi bagian daripada penanganan banjir di Kota Serang,” ujarnya.

Budi juga menekankan pentingnya peran perencana dan pengawas dalam memastikan pembangunan sesuai kajian teknis. 

Menurutnya, titik dan bentuk penanganan telah disesuaikan dengan kebutuhan pengendalian banjir.

“Ini sesuai dengan kebutuhan daripada penanganan banjir, sesuai dengan kajian daripada PUPR bahwa penanganannya seperti apa, titik-titiknya di mana saja. Itu nanti teknisnya dari perencana,” kata Budi.

Ia berharap infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga BAP.

“Mudah-mudahan insya Allah bermanfaat dan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat yang ada di Kota Serang, khususnya BAP,” tuturnya.

Pekerjaan tersebut tersebar di tiga lokasi. Tim Leader pengawasan proyek, Riyanto, menyebut titik pekerjaan meliputi pembangunan box culvert di BAP, crossing Kepandean yang dimensinya akan diperlebar, serta pekerjaan di Muara Warung Jaud.

“Di sini (BAP) box culvert, terus crossing Kepandean. Itu akan diganti dimensinya dan diperlebar. Kemudian mungkin nanti kita akan menuju ke Muara Warung Jaud,” ungkap Riyanto.

Khusus di BAP, pekerjaan memiliki nilai sekitar Rp4,6 miliar dengan panjang saluran sekitar 530 meter.

Box culvert yang dibangun memiliki lebar sekitar 4 meter pada bagian atas, sekitar 3 meter pada bagian bawah, dan ketinggian saluran sekitar 2 meter.

“Panjangnya 530 meter. Lebarnya 4 meter, 3 meter, ada keragaman, sekitar 4 meteran lebih,” jelas Riyanto.

Pekerjaan di kawasan BAP ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Percepatan menjadi perhatian karena pelaksanaan pekerjaan berlangsung menjelang musim hujan.

Riyanto mengatakan pihaknya bersama kontraktor melakukan optimalisasi pekerjaan dengan menambah peralatan dan regu kerja serta memastikan material tersedia di lapangan.

“Insya Allah. Kita lagi cepat melakukan optimasi dengan kontraktor. Peralatan nanti ditambah, regu kerja juga harus ditambah, material selalu stok. Kita akan coba buat time schedule supaya lebih cepat,” katanya.

Copyright © Serang Smart Service 2025 - 2030. All rights reserved.