Pemkot Serang Pertimbangkan Taktakan sebagai Lokasi Baru Sekolah Rakyat untuk Dongkrak IPM
SERANGKOTA.GO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus memfinalisasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah program strategis hasil sinergi pemerintah daerah dengan Kementerian Sosial (Kemensos) yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, Pemkot Serang mulai mengkaji kemungkinan relokasi lokasi pembangunan sekolah tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan aspek keamanan, kelayakan lahan, serta efisiensi penggunaan anggaran daerah.
Sebelumnya, kawasan Sawah Luhur di Kecamatan Kasemen sempat diusulkan sebagai lokasi pembangunan. Namun berdasarkan hasil evaluasi teknis dan peninjauan lapangan, area tersebut dinilai memiliki sejumlah kendala.
Kontur tanah yang rendah dan potensi banjir saat musim hujan menjadi perhatian utama, di samping kebutuhan pengurugan lahan dengan biaya yang diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah.
“Kami harus sangat berhati-hati dalam menentukan lokasi. Faktor keselamatan peserta didik dan efektivitas anggaran menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah,” kata Nanang Saefudin saat rapat yang digelar di Pusat Pemerintahan Kota Serang, Senin (26/1/2026).
Sebagai alternatif, Pemkot Serang kini melirik lahan milik negara seluas sekitar delapan hektare yang berada di Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan. Lokasi ini dinilai lebih siap secara teknis karena memiliki kontur perbukitan landai, sehingga hanya memerlukan proses cut and fill dengan biaya yang relatif lebih rendah.
Selain itu, lingkungan Kelurahan Sayar yang masih asri dan jauh dari hiruk pikuk pusat kota dianggap selaras dengan konsep Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem asrama atau boarding school. Kondisi tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif bagi para siswa.
“Lingkungan yang tenang sangat mendukung proses pendidikan, apalagi anak-anak akan tinggal dan belajar di satu kawasan yang sama,” ujar Nanang.
Pembangunan Sekolah Rakyat diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Serang. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan gratis dan berkualitas, termasuk pemenuhan kebutuhan siswa seperti seragam, perlengkapan belajar, hingga fasilitas hunian asrama yang dibiayai oleh negara.
Terkait rencana pemanfaatan lahan di Kelurahan Sayar, Pemkot Serang akan segera menyampaikan hasil kajian tersebut kepada Wali Kota Serang untuk kemudian dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Sosial.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya dalam menuntaskan seluruh persyaratan, mulai dari penyediaan lahan, perizinan, hingga dokumen lingkungan hidup.
Dengan persiapan yang matang, Pemkot Serang menargetkan pembangunan fisik Sekolah Rakyat dapat dimulai pada Oktober 2026.
Program ini diharapkan menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Serang.
